”RENUNGAN HARI PRAMUKA 2012”
Kakak-kakak,
saudaraku dalam bakti, di malam yang sunyi ini kita kembali
berkumpul ditempat ini
seperti setahun yang lalu. untuk mencoba melihat ke
dalam hati kita
masing-masing apa yang telah kita lakukan selama setahun
ini…? Sudahkah kita
memenuhi setiap janji yang kita ucapkan tahun lalu...???
Jawabannya ada di diri
kita masing-masing… apa yang sudah kita lakukan
Saudaraku dalam bakti…
Saat ini semua petinggi negeri kita membicarakan
karakter bangsa… semua
merasa bahwa saat ini bangsa kita telah kehilangan
karakter itu… korupsi
meraja lela, kejujuran sudah susah kita temukan, rasa
persaudaraan sudah makin
menghilang yang ada hanya saling curiga…
sering kali kita melihat
tawuran walau hanya karena masalah sepele…
disintegrasi bangsa
terus mengancam… nilai nasionalisme hanya tinggal
slogan…
Sadarkah kita begitu
banyak orang berharap kepada Gerakan Pramuka untuk
dapat merubah kondisi
ini…?
Saudaraku dalam bakti
Mengapa harus Gerakan
Pramuka…? Mengapa harus kita yang memikul
beban ini…? Ini semua
konsekuensi kita karena sejak awal didirikan oleh
Lord Baden Powell sampai
dengan saat ini 100 tahun Gerakan ini tumbuh di
bumi pertiwi, sudah
dengan tegas bahwa Gerakan ini adalah Pendidikan
Karakter dan
Nasionalisme. Untuk itu mau tidak mau, siap tidak siap kita
harus mampu menjawab
harapan itu… Untuk memperkuat keyakinan kita
pada ladang pengabdian
kita… Malam ini mari kita menyimak kembali apa
yang diucapkan Bung
Karno pada saat menyerahkan Panji Gerakan Pramuka
51 tahun silam
BERJUANGLAH SEHEBAT-HEBATNYA UNTUK MENGEMBANGKAN
DAN MELUASKAN GERAKAN KITA, SAMPAI SUATU KETIKA, SETIAP
ANAK DAN PEMUDA SERTA PEMUDI KITA, BAIK YANG MAHASISWA
DI KOTA MAUPUN YANG PENGGEMBALA KERBAU DI DESA, DENGAN
RASA BANGGA DAN TERHORMAT DAPAT MENYATAKAN, “AKU
PRAMUKA INDONESIA” !
Sudahkah ini terwujud
saat ini...? rasanya masih jauh api dari tungku...
Tugas siapakah untuk
mewujudkan ini...?
Ini adalah tugas kita
sebagai anggota dewasa Gerakan Pramuka sebagai
apapun kita Pembina,
Pelatih Pembina, andalan Kwartir, Majelis Pembimbing,
Pimpinan Saka, Pamong
Saka, Instruktur Saka atau staf Kwartir...? diposisi
apapun kita menjadi
tugas kita untuk mewujudkan semua itu...
”IKHLAS BAKTI BINA BANGSA BER BUDI BAWA LAKSANA”
Itulah semboyan bagi
anggota dewasa Gerakan Pramuka.
Sebuah kalimat yang amat
sederhana… namun sulit untuk diterapkan…
Ikhlas…., dengan tanpa
paksaan…; Bekerja dengan rela….., dan dengan
suka kita berbakti,
membina anak-anak bangsa.
Ber budi……adalah banyak
memberi, harta…, tenaga…, pikiran…., kepada
bangsanya.
Bawa Laksana……jujur, apa
yang dikatakan sesuai dengan apa yang
dikerjakan.
Anggota dewasa dalam
gerakan Pramuka adalah umpama paku, atau besi
beton dalam suatu
bangunan manakala bangunan itu kokoh orang tidak
melihatnya sebagai
penyebab kokohnya bangunan itu, tapi manakala bangunan itu roboh tanpa sebab,
maka akan dilihatlah apakah paku ataupun
besi betonnya masih baik
atau sudah bengkok dan berkarat…
Itulah kita saudaraku…
manakalah Gerakan Pramuka ini baik janganlah
berharap orang akan
melihat dan memuji kita, tapi manakala ada satu orang
saja anggota gerakan
pramuka yang berbuat tidak baik siaplah seluruh mata
akan tertuju kepada
kita… menghujat dan mencaci maki kita…
Kakak-kakakku… saudaraku
dalam bakti…
Sudah menjadi tugas kita
sebagai anggota dewasa dalam gerakan pramuka
untuk menjalankan apa
yang diamanatkan bangsa kepada gerakan pramuka.
Apa yang harus kita
lakukan untuk memenuhi harapan itu…?
Jawabnya hanya satu…
Kita harus menjadi teladan bagi generasi muda…
karena penanaman
karakter yang terbaik adalah melalui keteladanan… Jadi
jangan pernah berharap
kita akan menhasilkan generasi muda yang
berkarakter, kalau kita
sendiri tidak berkarakter…
Apapun kondisinya kita
sudah berikrar untuk mengabdi bagi Gerakan
Pramuka. Kita harus siap
menjadi teladan tanpa pernah sombong dan
jumawa dan merasa
menjadi pahlawan, serta hanya mengharap tanda jasa
tersemat di dada…
“Menerapkan Satya dan
Darma Pramuka dalam perilaku kehidupan kita
sehari-hari”… inilah
karakter kita, kunci Pengabdian kita… dengan begitu kita
akan siap menjadi
teladan… dengan begitu kita bisa menjadi paku menjadi
besi beton yang kokoh
dan tak berkarat sehingga apa yang menjadi harapan
Pendiri Negeri ini, dan
tuntutan sebagian besar komponen bangsa dapat kita
wujudkan…
“JAYALAH PRAMUKA JAYALAH
INDONESIA”
Jakarta, 14 Agustus 2012
Komentar
Posting Komentar